Selasa, 04 Februari 2014

Untuk Ke Sekian Kalinya Saya Berkata: Menulislah Seenaknya!

Tidak usah memusingkan apapun, apa saja yang menurutmu enak untuk kau tuliskan, jangan pernah tunda, tuliskanlah segera. Sekenanya, seenaknya, ke mana saja arahnya, dengan bahasa yang ada pada kepalamu saat itu, dengan jalan cerita yang kamu sukai, yang membuatmu nyaman menuliskannya, yang membuatmu, merasa bergembira, merasa bebas, merasakan manis, merasakan pahit, ikut merasakan apapun yang kamu ceritakan.

Kisahkanlah kisah yang saat menuliskannya, kamu sendiri sampai tertawa-tawa jika itu kisah lucu, dan kisahkanlah kisah yang membuatmu menangis saat menuliskannya ketika kisah itu menyedihkan, dan kisahkanlah kisah yang membuatmu marah dan geram saat menuliskannya jika kisah itu kisah kemarahan. Yakinlah kisahmu itu akan menarik, jangan ragu, sebab tulisan apapun yang menyentuhmu saat menuliskannya, yang membuat konsentrasimu penuh dan fokus tajam saat menuliskannya, kemungkinan besar kisah itu, akan menyentuh orang lain, memuat konsentrasi mereka penuh, dan fokusnya tajam saat membacanya.

Karena tulisan yang kamu hasilkan, bukanlah sekedar tulisan. Jangan sekali-kali kamu pandang tulisanmu itu sekedar rangkaian kata. Ia adalah penjelmaan rasa dari dalam jiwamu, yang dengan melihat hasilnya kamu bisa tahu, bagaimana keadan jiwamu sebenarnya saat ini. Tertibnya tulisana adalah lambang tertibnya jiwamu, jernihnya tulisan adalah lambang jernihnya jiwamu, renyah dan gurihnya tulisan adalah lambang, jiwamu sedang merasakan kerenyahan dan kegurihan saat menuliskannya.

Daicukupkan sekian dulu fatwa dari penulis edan,
Semoga Anda tidak mengerti!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar