Selasa, 04 Februari 2014

Mengapa Sebuah Ide Bagus Gagal Kamu Tuliskan?

Sebab ketika segalanya sudah siap, komputer sudah meyala, yang kamu pikirkan, bukan lagi ide tulisan, melainkan bagaimana saya bisa nyaman saat menulis. Maka kepalamu sibuk memikirkan kopi, dan pergilah ke warung, menyeduhnya, dan membacaya ke meja, dan ternyata belum cukup juga, rasanya nikmat jika menulis ini diiringi musik, dan jari pun sibuk klik sana-sini membuka-buka folder, mencari-cari lagu bagus, nyaman, merdu, mesnginspirasi, dan ternyata, sudah beberapa kali memutar lagu, yang merdu tidak kamu temukan juga, akhirnya kamu teringat, lagu nyaman yang membuatmu lancari menulis itu ada di youtube, dan kamu pun berpikir untuk mengunduhnya. Dan saat itu melihat iklan makanan makanan ringan, yang membuatmu teringat keripik singkong. Sambil menunggu pengunduhan, kamu pun ke ruang tengah, membuka lemari. Ternyata keripik singkong itu sudah habis. Waduh, padahal, renyahnya keripik, sudah kamu yakini, bisa mengilhami renyahnya tulisan. Terpaksa mengambil uang dari tas, pergi ke warung membeli keripik singkong pedas, dan warung sedang sibuk. Kamu harus antri menunggunya. Pulang ke rumah, masuk kamar, komputer sudah mati. Mencoba menyalakan lampu, ternyata listrik sedang mati. Barulah listrik menyala jam empat sore, padahal tadi, saat membuka komputer, kamu lihat jam menunjukkan jam satu siang.

Saat sebuah ide bagus datang, langsung kamu tuliskan. Menundanya sama dengan membuatng. Waktu kita sebentar. Sekali lagi langsung. Seperti tulisan ini. Setelah judulnya berbunyi pertanyaan, tidak saya selingi lagi dengan omongan lain, tapi langsung memberikan jawabannya. Tepat dan tidaknya entahlah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar