Kalangan kritikus, pegiat, pencinta, dan penikmat sastra,
Musisi, para dosen dan mahasiswa
Menolak memasukkan Denny JA, ke dalam 33 Sastrawan Berpengaruh
Dari dulu, rasanya sudah bosan,
Berita satra terus saja melulu tengtang ini
Menurut saya, Denny Ja cukup berpengaruh juga di dunia sastra
Khususnya kepada saya sendiri,
Yang kurang suka, kepada sastra yang memusingkan pembaca
Deny Ja, tampil dengan gaya sastra yang mudah dicerna pembaca
Selama ini, mengapa sastra jauh dari publik
Sebagiannya karena, tidak semua orang bisa menjangkau bahasa sastra
Bahasa sastra seringkali, identik dengan bahasa rumit
Yang memerlukan pemikiran mendalam, penterjemahan, dan penafsiran
Benar-benar sesuatu yang berat
Seperti saya waktu sekolah dulu, sering diberi pelajaran oleh guru
Bahwa untuk menemukan makna puisi, kita harus membacanya bolak-balik
Karena sebuah puisi, mempunyai makna berlapis-lapis, dan kami pun nurut, memeras otak
Membaca puisi itu bolak-balik sampai mata juling
Sekarang saya protes
Kenapa mau-maunya disengsarakan begitu
Seharusnya bukan begitu. Seharusnya para guru, mengajak muridnya untuk revolusioner
Mengubah sastra, dari yang semula jauh dengan masyarakat, menjadi sesuatu yang akrab dengan mereka
Yang salah satu caranya adalah, menjadikan sastra itu lebih mudah dimengerti
Sehingga, jangkauannya menjadi luas
Dan itulah yang Denny JA lakukan, dengan puisi-puisi esainya
Denny JA bagi saya sama dengan Tony Ja
Mampu mempengaruhi orang lain dengan karyanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar