Rabu, 05 Februari 2014

Celana Dalam

grosir celana dalam anak cewek murah

Banyak orang tua berpikir, dia akan bahagia, jika anaknya manis-manis dan baik. Pemikiran itu tidak salah. Memang benar adanya. Akan tetapi seharusnya, mereka pun berpikir, ketika anaknya nakal pun, mereka bisa tetap bahagia, karena, punya anak itu sendiri, sudah merupakan kebahagiaan besar. Untuk itu, seharusnya mereka, rajin-rajin ngobrol dan bertemu dengan orang yang rumah tangga, namun tak kunjung pula punya anak, supaya dia tahu, betapa besarnya besarnya dambaan mereka untuk memiliki anak. Film "Test Pack" memberikan cukup memberikan gambaran kuat tentang, begitu besarnya derita seorang wanita yang tidak dikaruniai anak. Suatu ketika dia lewat toko perlengkapan bayi, dilihatnya sepatu bayi dalam kotak plastik, dan dia langsung membelinya, meski hasil tes urinnya negatif terus.

Seorang dosen saya menceritakan, jika dulu jauh dari rumah itu ingat istri, setelah punya anak, ganti, yang teringat itu jadi anak. Jika di jalan melihat ada pedagang pakaian, langsung teringat anak, ingin membelikannya untuk anak.

Sebelum pulang, seorang ibu guru muda, menyempatkan diri singgah ke Mall, membeli sayur, buat nanti masak di rumah. Masuk lantai satu, langsung dilihatnya pajangan pakaian anak, barisan celana dalam lucu. Senyum mengembang di bibirnya. Celana dalam itu mengingatkan dia pada anaknya, di rumah. Punya anak sudah merupakan kebahagaan besar. Begitu besarnya, sehingga pajangan celana dalam di toko, bisa menjadi sebab seorang ibu bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar